Prodi KPI STAIMAS Wonogiri Review Kurikulum, Kenali Kompetensi Public Relation pada Era Digital

Uncategorized

Wonogiri–Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIMAS Wonogiri menyelenggarakan Review Kurikulum, Senin (3/6/2024) di Kampus STAIMAS Wonogiri. Hadir sebagai reviewer Nanang Mizwar Hasyim, M.SI, Kepala Program Studi KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Agenda ini dihadiri dosen, mahasiswa, dan stakeholder di antaranya Ketua PWI Solo, Anas Syahirul A, M.I.Kom dan Humas Lembaga Pendidikan sekaligus Sekretaris Perhumas Solo, Imam Subkhan, MIPR.

Kepala Prodi KPI STAIMAS Wonogiri, Tutut Nur Trias Wijayanti, S.S.T., M.I.Kom menuturkan pada review kurikulum kali ini, Prodi KPI sedang mempersiapkan profil lulusan untuk ke depan yaitu sebagai Praktisi Jurnalis dan Praktisi Public Relation. Tutut menambahkan pemilihan profil lulusan itu dengan mempertimbangkan kebutuhan di dunia kerja secara global dan kebutuhan di Kabupaten Wonogiri.

“Kehadiran stakeholder dan praktisi diharapkan memberikan masukan-masukan kepada kami tentang kebutuhan-kebutuhan user dari lulusan Prodi KPI. Sehingga kami dapat menyesuaikan dalam mempersiapkan lulusan,” imbuh Tutut.

Imam menuturkan, seorang humas atau public relations (PR) di era saat ini perlu memiliki berbagai keterampilan dan kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan dinamika komunikasi modern. “Ada dua kompetensi yang harus dimiliki seorang PR pada era digital yaitu kompetensi basic atau umum dan kompetensi teknis pendukung,” ucap Imam yang juga seorang content creator itu.

Berikut adalah 10 kompetensi basic/umum yang harus dimiliki seorang PR:

  1. Kemampuan Komunikasi:
  • Komunikasi Verbal dan Tertulis: Kemampuan menulis siaran pers, artikel, dan konten lainnya dengan baik. Juga, kemampuan berbicara di depan umum dan berkomunikasi secara efektif dengan berbagai audiens.
  • Komunikasi Digital: Menguasai komunikasi melalui berbagai platform digital, termasuk media sosial, email, dan situs web.
  1. Manajemen Media Sosial:
  • Kemampuan untuk mengelola dan memanfaatkan platform media sosial untuk membangun dan menjaga citra positif organisasi.
  • Memahami analisis data media sosial untuk menilai efektivitas kampanye dan mengidentifikasi tren.
  1. Strategi Konten:
  • Mampu merancang dan melaksanakan strategi konten yang selaras dengan tujuan organisasi.
  • Kreatif dalam menciptakan konten menarik yang dapat menarik perhatian audiens target.
  1. Krisis Manajemen:
  • Keterampilan dalam menangani situasi krisis, termasuk perencanaan, komunikasi darurat, dan mitigasi risiko.
  • Kemampuan untuk merespons dengan cepat dan efektif dalam situasi yang berpotensi merusak reputasi.
  1. Analisis Data dan Riset:
  • Kemampuan menganalisis data dan melakukan riset untuk memahami audiens, mengukur hasil kampanye, dan membuat keputusan yang didasarkan pada data.
  • Penguasaan alat analitik seperti Google Analytics, media monitoring tools, dan software CRM.
  1. Pemahaman Teknologi dan Digital Marketing:
  • Pengetahuan tentang SEO (Search Engine Optimization), SEM (Search Engine Marketing), dan alat digital marketing lainnya.
  • Familiaritas dengan alat dan platform PR digital seperti Cision, Hootsuite, dan Meltwater.
  1. Keterampilan Interpersonal:
  • Mampu membangun dan memelihara hubungan yang baik dengan media,pelanggan, dan pemangku kepentingan lainnya.
  • Kemampuan negosiasi dan persuasi yang kuat.
  1. Manajemen Proyek:
  • Keterampilan dalam merencanakan, mengorganisir, dan mengelola proyek PR dari awal hingga selesai.
  • Kemampuan mengelola waktu dan sumber daya secara efektif.
  1. Pemahaman tentang Bisnis dan Industri:
  • Memahami konteks bisnis organisasi dan industri tempat mereka beroperasi.
  • Kemampuan untuk menyelaraskan strategi PR dengan tujuan bisnis.
  1. Adaptabilitas dan Fleksibilitas:
  • Mampu beradaptasi dengan perubahan cepat dalam teknologi dan tren komunikasi.
  • Fleksibel dalam menghadapi tantangan baru dan situasi yang tidak terduga.

Imam menambahkan, ada beberapa skill teknis yang menjadi kunci sukses seorang PR dalam melaksanakan kerjanya. Di antaranya yaitu, keterampilan berpenampilan menarik dan elegan, keterampilan public speaking: presentasi yang memukau, keterampilan memandu acara podcast, keterampilan berbicara di depan kamera serta kemampuan berbahasa Inggris pasif dan aktif.

“Banyak keterampilan-keterampilan lain yang harus dikuasai seorang PR pada era digital ini seperti menguasai software desain grafis dan visual, software editing foto, software editing audio, kemampuan lobi dan negosiasi, keterampilan membuat konten promosi, keterampilan bikin acara kreatif untuk branding dan marketing serta keterampilan teknik SEO,” jelas Imam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *