RAMADHAN TALK STAIMAS WONOGIRI: Membangun Sinergi Polisi, Akademisi, dan Masyarakat untuk Ramadhan yang Kondusif

Wonogiri – Dalam upaya memperkuat kesadaran hukum serta membangun kolaborasi antara aparat penegak hukum, akademisi, dan masyarakat, Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti Wonogiri (STAIMAS Wonogiri) menyelenggarakan kegiatan Ramadhan Talk dengan tema “Sinergi Polisi dan Masyarakat: Mewujudkan Ramadhan yang Kondusif.”

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, (5/3/2026) di Aula STAIMAS Wonogiri ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta perwakilan masyarakat. Acara ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan fungsi akademik sekaligus pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat selama bulan suci Ramadhan.

Kegiatan diawali dengan opening speech oleh Dr. Ruslina Dwi W., selaku Ketua Program Studi Hukum Tata Negara STAIMAS Wonogiri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan Ramadhan Talk diharapkan dapat menjadi ruang dialog yang konstruktif antara aparat kepolisian, akademisi, dan masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran hukum serta membentuk karakter generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial di masyarakat.

“Melalui forum ini diharapkan dapat terbangun komunikasi yang lebih terbuka antara aparat penegak hukum dengan masyarakat, sekaligus memperkuat pemahaman hukum di kalangan mahasiswa,” ujarnya.

Pada sesi pemaparan materi pertama, IPTU Kristanto menyampaikan materi mengenai pentingnya keselamatan berkendara sebagai bagian dari upaya menciptakan keamanan dan ketertiban lalu lintas.

Ia menekankan bahwa keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran individu dalam mematuhi aturan lalu lintas. Konsep Kamtibselcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) hanya dapat terwujud apabila masyarakat memiliki disiplin dalam berlalu lintas.

Ia juga mengingatkan bahwa selama bulan Ramadhan aktivitas masyarakat cenderung meningkat, terutama menjelang waktu berbuka puasa dan setelah pelaksanaan ibadah tarawih, sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas apabila tidak diimbangi dengan kesadaran berlalu lintas yang baik.

Selain itu, Novan Wahyu Primadi, S.H., M.H., turut menyampaikan pandangan akademis mengenai pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam perspektif sistem hukum.

Ia menjelaskan bahwa sinergi tersebut memerlukan tiga aspek hukum yang saling mendukung. Mengacu pada teori dari Lawrence M. Friedman, suatu sistem hukum akan berjalan dengan baik apabila tiga elemen utama, yaitu struktur hukum, substansi hukum, dan budaya hukum, dapat berjalan secara harmonis.

Novan menjelaskan bahwa struktur hukum merujuk pada aparat penegak hukum. Apabila aparat penegak hukum bekerja dengan baik dan berintegritas, maka sistem hukum cenderung berjalan dengan baik.

Sementara itu, substansi hukum berkaitan dengan peraturan perundang-undangan. Apabila undang-undang memiliki muatan yang baik serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat, maka sistem hukum dapat berjalan secara efektif.

Adapun budaya hukum berkaitan dengan sikap dan kesadaran masyarakat sebagai subjek hukum. Apabila masyarakat memiliki pemahaman hukum yang baik dan teredukasi secara optimal, maka sistem hukum akan bekerja secara lebih maksimal.

“Ketiga aspek tersebut harus berjalan dengan baik dan saling bersinergi, sehingga peran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terpenuhi secara maksimal,” jelasnya.

Pada sesi berikutnya, IPDA Deny Ariyadi, S.H., M.H., menyampaikan materi mengenai peran strategis kepolisian dan masyarakat dalam mendukung terciptanya Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Ia menjelaskan bahwa peran kepolisian dalam mendukung Kamtibmas diwujudkan melalui fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta berbagai langkah preventif dan penegakan hukum guna menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masyarakat.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan tidak dapat hanya bergantung pada aparat kepolisian semata. Oleh karena itu, peran masyarakat dalam mendukung Kamtibmas juga sangat penting, antara lain dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, menjaga kerukunan antarwarga, serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan keamanan lingkungan seperti ronda atau siskamling.

Lebih lanjut, ia juga memaparkan beberapa potensi kerawanan yang dapat muncul di masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan. Peningkatan aktivitas masyarakat pada malam hari, mobilitas menjelang berbuka puasa, serta potensi gangguan ketertiban umum menjadi beberapa faktor yang perlu diantisipasi bersama.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, ia memberikan berbagai tips dan langkah penanggulangan potensi kerawanan, di antaranya dengan meningkatkan kewaspadaan lingkungan, memperkuat komunikasi antarwarga, mengaktifkan sistem keamanan lingkungan, serta menjalin koordinasi yang baik dengan aparat kepolisian setempat apabila ditemukan potensi gangguan keamanan.

Menurutnya, sinergitas antara polisi dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan situasi keamanan yang stabil dan kondusif. Kegiatan Ramadhan Talk berlangsung dengan suasana interaktif dan dialogis. Para mahasiswa dan peserta yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dengan menyampaikan berbagai pertanyaan serta pandangan terkait isu keamanan, ketertiban masyarakat, dan keselamatan berlalu lintas.

Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta pemahaman bersama bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan adanya sinergi antara aparat kepolisian, kalangan akademisi, dan masyarakat, diharapkan suasana Ramadhan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, serta penuh dengan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, “Wujudkan Ramadhan yang kondusif melalui sinergi hati: polisi mengayomi, masyarakat peduli, dan keamanan adalah tanggung jawab bersama.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *