Beranda / Jadi Guest Lecture di UnisZA Malaysia, Dosen STAIMAS Wonogiri Bahas Kiat Sukses & Atasi Krisis Karakter Generasi AI

Jadi Guest Lecture di UnisZA Malaysia, Dosen STAIMAS Wonogiri Bahas Kiat Sukses & Atasi Krisis Karakter Generasi AI

Berita STAIMAS

Jadi Guest Lecture di UnisZA Malaysia, Dosen STAIMAS Wonogiri Bahas Kiat Sukses & Atasi Krisis Karakter Generasi AI
Akademik
Sunday, 25 October 2026
Redaksi STAIMAS
7 Kali Dilihat

Jadi Guest Lecture di UnisZA Malaysia, Dosen STAIMAS Wonogiri Bahas Kiat Sukses & Atasi Krisis Karakter Generasi AI

MALAYSIA– Bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026), Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri menegaskan kiprah internasionalnya dengan hadir sebagai Guest Lecture di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Kuala Terengganu, Malaysia.

Kegiatan yang dipusatkan di Fakulti Pengajian Umum dan Pendidikan Lanjutan (FUPL) ini diikuti sekitar 80 mahasiswa UniSZA dan STAIMAS, sebagai bagian dari program penguatan wawasan global dan kolaborasi akademik lintas negara.

Hadir sebagai pemateri Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama STAIMAS Wonogiri, Sugiyanto, S.E., M.Si., dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STAIMAS Wonogiri, Dr. Amir Mukminin, S.Pd.I., M.Pd.

Dalam sesi pertama, Sugiyanto membakar semangat mahasiswa dengan materi _"Kiat Menjadi Pribadi Sukses dan Membangun Jiwa Kewirausahaan"_.

Ia menegaskan, kesuksesan tidak pernah instan. Dibutuhkan proses panjang yang memadukan ilmu, ketekunan, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah.

"Menjadi pengusaha sukses tidak cukup hanya modal uang. Yang utama adalah modal ilmu, kreativitas, keberanian mengambil keputusan, dan kemampuan mengelola risiko secara rasional," tegas Sugiyanto.

Ia juga menekankan pentingnya memandang kegagalan sebagai bagian dari kurikulum kehidupan. Menurutnya, pendidikan tinggi harus melahirkan lulusan yang tidak hanya pencari kerja (job seeker), tetapi pencipta peluang (job creator) yang mandiri, produktif, inovatif, dan berintegritas.

Sugi menyatakan lesuksesan adalah perpaduan antara ilmu, kerja keras, ketekunan, disiplin, dan doa.

Sesi kedua tampil Amir Mukminin mengangkat tema yang sangat relevan "Krisis Karakter Generasi Digital: Dampak Ketergantungan AI terhadap Kemandirian Berpikir".

Ia menyoroti fenomena _cognitive offloading_, di mana mahasiswa menyerahkan proses berpikirnya kepada AI generatif. Kemudahan mencari jawaban instan, jika tanpa kontrol, justru melemahkan nalar kritis, kreativitas, dan tanggung jawab akademik.

"Persoalan utamanya bukan pada AI-nya, tapi pada cara kita menggunakannya. Tanpa literasi dan etika, mahasiswa hanya berorientasi pada hasil akhir, bukan pada proses pembentukan pengetahuan," jelasnya.

Menurutnya, pembelajaran bermakna membutuhkan productive struggle, proses berjuang memahami materi, menguji argumen, dan memperbaiki kesalahan untuk membentuk kedewasaan intelektual.

Dalam Perspektif Islam, Amir mengaitkan dengan prinsip karamatul ‘aql (kemuliaan akal) dan hifz al-‘aql (perlindungan akal). Ia mengajak untuk menghidupkan kembali tradisi tafakkur (berpikir reflektif) dan ijtihad.

Untuk itu, ia memberikan 5 peran strategis bagi pendidik PAI di era AI:

1. Literasi AI Beretika. Paham manfaat, batas, dan risiko hoaks dari AI.

2. Pembelajaran Berbasis Proses Menilai argumentasi dan tahapan berpikir, bukan hanya jawaban akhir.

3. Menanamkan Shidq (Kejujuran) Transparan dalam penggunaan AI, tidak mengklaim karya orang lain/mesin.

4. Uswah Hasanah Dosen/guru menjadi teladan penggunaan teknologi yang kritis dan proporsional.

5. Membudayakan Tafakkur Membiasakan membaca, diskusi, dan meneliti secara mandiri.

"AI boleh jadi mitra belajar, tapi keputusan, penilaian moral, dan tanggung jawab tetap ada pada manusia," pungkasnya.

Pelaksanaan Guest Lecture pada Hari Santri Nasional memberikan makna khusus. Nilai keilmuan, kedisiplinan, ketekunan, dan akhlak dari tradisi pesantren menjadi fondasi kuat untuk merespon disrupsi teknologi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi penguatan mutu dan kerja sama berkelanjutan antara STAIMAS Wonogiri dan UniSZA Malaysia dalam mencetak generasi yang sukses secara akademik, tangguh secara mental, dan kuat secara karakter.