Mahasiswa KPM Tematik STAIMAS Wonogiri di Sirnoboyo Menggandeng GKN Bagikan Strategi Memulai Bisnis dengan Modal Tipis
Wonogiri – Mahasiswa Kuliah Pengabdian (KPM) Tematik Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri menggandeng Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) untuk memotivasi masyarakat senang berwirausaha.
Sekretaris DPC GKN, Adam Aryo Gumilar, menyampaikan di tengah pandemi Covid, nasib dunia usaha yang meningkat yaitu makanan, kesehatan, retail, produk kesehatan pribadi dan teknologi informasi dan komunikasi.
“Sekarang ini, banyak masyarakat yang memilih menjadi dropshipper melalui online. Modal tipis dan minim risiko,” kata Adam dalam Sosialisasi dan Workshop Digital Marketing, NIB dan Sertifikasi Halal di Balai Desa Sirnoboyo, Giriwoyo beberapa waktu lalu.
Menurut Adam, dropshipper adalah seseorang yang menjual produk milih pihak lain tanpa harus menyetok dan mengirimkan pesanan sebab proses pengiriman dilakukan pihak ketiga. Dia menuturkan banyak pihak yang senang dengan kehadiran dropshipper karena memperluas jangkauan penjualan.
Adam menyampaikan ada 19 peluang usaha modal kecil
1. Menjadi Dropshipper
2. Jualan Pulsa dan Paket Internet
3. Bisnis Katering Harian
4. Membuat Snack dan Kue
5. Usaha Jahit dan Permak Pakaian
6. Usaha Laundry Kiloan
7. Usaha air minum galon dan LPG
8. Reparasi Barang Elektronik
9. Membuka Payment Point Online Banking (PPOB)
10. Usaha Jasa Pencucian Motor
11. Membuka Toko Kelontong/ Toko Sembako
12. Membuka Warkop / Warmindo / Angkringan
13. Menjual makanan olahan/ frozen food
14. Membuka salon kecantikan/barbershop
15. Usaha pertanian organik
16. Menerima pesanan hampers/bingkisan untuk berbagai event
17. Membuka Pom Bensin Mini (Pertamini)
18. Menyewakan perlengkapan bayi
19. Beternak atau Budidaya
Pada kesempatan itu, Tim IT STAIMAS Wonogiri, Irfandi Efriyanto, S.I.Kom, membagikan tips jualan online. Yaitu tetapkan harga yang wajar, mengambil foto berkualitas tinggi, memberikan deskripsi rinci, dan pastikan untuk menyertakan tag pencarian.
“Sebagai pedagang online, harus berusaha menanggapi pertanyaan dengan cepat, membuka opsi menawar, memberikan layanan gratis ongkir, bersikap realistis dan sabar serta ketahui batasan platform,” terang Irfandi.
Ketua Kelompok Mahasiswa KPM Tematik STAIMAS di Desa Sirnoboyo, Indra Ismawarto berharap pelaku UMKM di Sirnoboyo bisa mengembangkan pemasaran produk mereka melalui digital marketing.
Sumber: didiknews.com