kpmstaimaswonogiri

Persiapkan Proker KPM, Mahasiswa Harus Ikut Mendukung Kemajuan Wonogiri

Wonogiri- Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri menyelenggarakan agenda Presentasi Program Kerja (Proker) Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tahun 2025, Selasa (2/7/2025), di aula STAIMAS Wonogiri.

Pada tahun 2025 ini, selain menyelenggarakan KPM Angkatan 6, STAIMAS menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan KPM Kolaborasi Moderasi Beragama (MB). STAIMAS berkolaborasi Bersama UIN Ponorogo dan STABN Raden Wijaya.

KPM Angkatan 6 STAIMAS Wonogiri bertemakan Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal dan KPM Kolaborasi Moderasi Beragama dengan tema Menjaga Harmoni Dan Toleransi Melalui Moderasi Beragama. Secara keseluruan total mahasiswa peserta KPM tahun 2025 ini adalah 54 mahasiswa dengan rincian KPM Angkatan 6 sebanyak 33 mahasiswa dan
KPM Kolaborasi MB sebanyak 21 mahasiswa.

Untuk lokasi KPM angkatan 6 yaitu Desa Cangkring, Kecamatan Jatiroto; Desa Slogoretno, Kecamatan Jatipurno serta Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro. Adapun lokasi KPM Kolaborasi MB di Desa Gedongrejo, Kecamatan Giriwoyo. Pelaksanaan KPM Angkatan 6 pada 7 Juli-20 Agustus 2025 dan KPM Kolaborasi Moderasi Beragama 7 Juli-12 Agustus 2025. Mereka akan diberangkatkan pada Senin (7/7/2025) dari Kampus STAIMAS Wonogiri.

Ketua Panitia Pelaksana KPM STAIMAS Wonogiri, Ruslina Dwi Wahyuni, S.Sos., M.A.P., CPM, mendorong mahasiswa agar dalam Proker KPM turut mendukung kemajuan Wonogiri. Lina menyampaikan beberapa kegiatan yang bisa dilakukan seperti pencegahan stunting, pencegahan kenakalan remaja dan pemberdayaan UMKM.

“Mari sama-sama ikut membangun Wonogiri karena lokasi KPM ada di Wonogiri. Berkontribusi dalam berbagai kegiatan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Wonogiri, meningkatkan kesejahteraan melalui program-program UMKM dan pemberdayaan masyarakat, pelatihan-pelatihan dan sebagainya,” ucap Lina.

Kepala LPPM STAIMAS Wonogiri, Dr. Dewi Agustini, S.Sos., M.M., meminta mahasiswa agar bisa bersingeri dan bekerja sama selama di lokasi KPM. Apalagi, imbuh Dewi, bagi mahasiswa yang menjadi peserta KPM Kolaborasi MB karena berasal dari tiga perguruan tinggi yang berbeda.

“Kegiatan-kegiatan program studi baik itu kewirausahaan, konsultasi psikologi dan bimbingan konseling, parenting serta moderasi beragama dapat menggandeng dosen dan pihak lain yang berkompeten,” tambah Dewi.

Pada kesempatan itu Wakil Ketua Panita Pelaksana KPM, Nadhiroh, S.Sos.I, M.I.Kom., meminta semua mahasiswa KPM untuk menghormati perbedaan yang ada di lingkungan lokasi KPM. Dia meminta mahasiswa turut menghormati tradisi-tradisi atau kearifan lokal yang ada.

“Mahasiswa KPM bisa turut memfasilitasi dialog antarumat beragama, mengkampanyekan pentingnya moderasi beragama serta menjadi duta-duta moderasi beragama,” lanjut Nadhiroh.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *