Wonogiri–Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kolaborasi Beragama menggelar kegiatan sosialisasi bertema kenakalan remaja dan pernikahan dini di dusun Tirisan, Desa Gedongrejo, Giriwoyo, Wonogiri pada Sabtu 12 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh remaja dusun setempat.
Sesi pertama sosialisasi diisi oleh dosen dari Prodi Hukum Tata Negara (HTN) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti, Novan Wahyu Primadi S.H., M.H yang membahas kenakalan remaja. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membentengi generasi muda dengan nilai moral dan pendidikan. “Perempuan adalah tiang dari sebuah rumah. Jika ingin merusak generasi bangsa, maka rusaklah dulu tiang dari rumah itu,” tegasnya.
Materi kedua dibawakan oleh mahasiswa KPM dari Prodi HTN, Wulan Juliawati dan Salsa Alvalinnas yang mengulas dampak pernikahan dini. Ia menjelaskan bahwa pernikahan pada usia belum matang dapat menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari aspek hukum, pendidikan, hingga psikologis. “Pernikahan dini sering kali berdampak pada putus sekolah, tingginya angka stunting, dan ketidakstabilan rumah tangga,” ungkapnya.
Sebagai penutup kegiatan, panitia memutar film pendek berjudul Kertas di Atas Pasir, produksi Pengadilan Agama Kabupaten Wonogiri. Film tersebut menggambarkan dinamika pasangan muda yang harus menghadapi kenyataan pahit akibat kurangnya kesiapan mental dan ekonomi dalam membina rumah tangga.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa dalam program KPM Moderasi Beragama yang bertujuan mendorong terciptanya masyarakat yang sadar hukum, bermoral, dan toleran. Kepala Dusun Tirisan, Edi Suparyanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa dan berharap kegiatan serupa bisa rutin dilakukan. “Biasanya sosialisasi seperti ini dilakukan oleh pihak desa, tapi kali ini kami sangat terbantu oleh kehadiran para mahasiswa,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa berharap dapat menanamkan kesadaran sejak dini kepada generasi muda akan pentingnya menjaga diri dari pergaulan bebas serta menunda pernikahan sampai benar-benar siap secara lahir dan batin.

