Dorong Kemandirian Ekonomi, Mahasiswa KPM di Lemahbang Ikuti Proses Pembuatan dan Dampingi Pemasaran Digital Produk Opak

Dorong Kemandirian Ekonomi, Mahasiswa KPM di Lemahbang Ikuti Proses Pembuatan dan Dampingi Pemasaran Digital Produk Opak

Wonogiri – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 6 Desa Lemahbang turut serta dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi warga dengan mengikuti proses pembuatan opak di rumah Yuni, warga Dusun Sambeng pada Sabtu (19/7/25).

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan potensi lokal sekaligus upaya mendukung UMKM desa agar mampu bersaing di era digital.

Opak, camilan khas berbahan dasar singkong, menjadi produk andalan warga yang memiliki cita rasa gurih dan renyah. Tidak hanya menyaksikan, mahasiswa juga terlibat aktif dalam setiap tahapan pembuatannya, termasuk pemasakan, pencetakan, hingga proses penjemuran.

Bahan-bahan opak:
Singkong 10 kg
Bawang putih
Ketumbar
Gula
Penyedap rasa
Garam

Langkah pembuatan:
1. Singkong dikupas dan dicuci bersih.
2. Diparut menggunakan mesin parut.
3. Hasil dari parutan diperas untuk menghilangkan racun alami.
4. Hasil perasan dicampur dengan pati singkong dan dimasak bersama bumbu halus hingga mengental.
5. Adonan matang dicetak bulat pipih dan dijemur minimal dua hari.
7. Setelah kering, opak siap dikemas dan dipasarkan.

Tidak hanya fokus pada produksi, mahasiswa juga memberikan pelatihan pemasaran digital sederhana, seperti penggunaan media sosial untuk promosi, pengemasan yang menarik, dan penguatan merek OMJ (Opak Mukti Jaya) serta pengenalan merek OJMJ (Opak Jumbo Mukti Jaya).

Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Desa Lemahbang tak hanya terlibat dalam proses produksi opak di rumah Yuni, tetapi juga memberikan pelatihan sederhana terkait pemasaran digital.

Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan media sosial untuk promosi, peningkatan daya tarik kemasan, serta penguatan merek lokal. Selain memperkuat merek lama OMJ (Opak Mukti Jaya), mahasiswa juga mengusulkan nama baru OJMJ (Opak Jumbo Mukti Jaya) untuk produk opak berukuran besar.

“Jika yang kecil sudah ada nama merek OMJ, bagaimana jika yang jumbo diberi nama OJMJ? Nanti akan kami bantu buatkan label pemasarannya,” ujar Imam Roziqi, salah satu mahasiswa KPM.

Ketua kelompok 3, Pondra Argadia, berharap kegiatan ini menjadi titik awal pengembangan potensi lokal yang lebih mandiri. “Kami ingin masyarakat bisa memanfaatkan teknologi digital agar produk mereka lebih dikenal luas dan memiliki nilai jual yang meningkat,” ungkapnya.

Melalui pendampingan ini, mahasiswa KPM berharap produk opak khas Lemahbang mampu bersaing di pasar yang lebih luas dengan identitas merek yang kuat dan strategi pemasaran yang tepat.(Ulya Imroatun Nihayah)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *