WONOGIRI-Mahasiswa KPM Angkatan 6 Kelompok 2 STAIMAS Wonogiri menyelenggarakan seminar masyarakat sadar pendidikan di Dusun Sidowayah, Desa Slogoretno, Sabtu, (19/7/2025). Kegiatan itu selaras dengan inovasi Desa Slogoretno yaitu Germas Sadik atau Gerakan Masyarakat Sadar Pendidikan. Inovasi itu difokuskan pada pendidikan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak.

DUKUNG PROGRAM GERMAS SADIK DI SLOGORETNO: MAHASISWA KPM 06 STAIMAS GELAR SEMINAR, CATAT 3 PERAN ORANGTUA

WONOGIRI-Mahasiswa KPM Angkatan 6 Kelompok 2 STAIMAS Wonogiri menyelenggarakan seminar masyarakat sadar pendidikan di Dusun Sidowayah, Desa Slogoretno, Sabtu, (19/7/2025). Kegiatan itu selaras dengan inovasi Desa Slogoretno yaitu Germas Sadik atau Gerakan Masyarakat Sadar Pendidikan. Inovasi itu difokuskan pada pendidikan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak.

Seminar yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Dusun Sidowayah Desa Slogoretno tersebut dihadiri oleh para orang tua/wali siswa dari Tingkat SD hingga SMP. Dengan narasumber Ratih, M.Pd selaku Kaprodi PAI STAIMAS Wonogiri, seminar ini mengusung tema “Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Pendidikan”.

“Setiap anak mempunyai keterampilannya masing-masing, yang tentunya tidak sama antara satu anak dengan yang lainnya,” ujar Kepala Desa Slogoretno, Yusuf Suparmanto, S.M.

Suparmanto berharap dengan adanya seminar pendidikan ini, diharapkan masyarakat Desa Slogoretno, khususnya masyarakat di Dusun Sidowayah dapat menyadari betapa pentingnya pendidikan bagi masa depan putra-putri mereka.

Ratih menyampaikan pada 2020-2024 tercatat rata-rata sebanyak 30,64% penduduk di Wonogiri merupakan lulusan SD. Beberapa faktor yang mendasari rendahnya kepedulian penduduk Wonogiri akan pentingnya pendidikan yaitu karena kurangnya dukungan dari orang tua, problem ekonomi, pandangan sosial budaya, dan sebagainya.

Beberapa peran orang tua dalam menumbuhkan kepedulian pendidikan bagi anak, di antaranya ialah menjadi teladan yang baik, menciptakan lingkungan belajar yang positif, serta menciptakan komunikasi yang aktif dengan anak dan guru,” jelasnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *