Pelatihan Pelayanan Prima, Polres Sukoharjo Hadirkan Dosen STAIMAS Wonogiri

Pelatihan Pelayanan Prima, Polres Sukoharjo Hadirkan Dosen STAIMAS Wonogiri

Wonogiri–Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang tidak hanya bertugas, tetapi juga menjadi wajah bangsa yang membela dan melayani masyarakat. Anggota Polres Sukoharjo & Polsek jajajaran mengikuti Pelatihan Pelayanan Prima, Rabu (6/8/2025) di Rupatama R Kusnadi Polres Sukoharjo baru-baru ini.

Kegiatan itu dihadiri oleh Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, S.H., S.I.K. Hadir sebagai pemateri Dosen Staimas Wonogiri Dr (c) Ruslina Dwi Wahyuni,M.A.P, CPM. Pelatihan Pelayanan Prima tersebut diikuti seluruh Polsek jajaran, anggota bagian, satuan dan fungsi Polres Sukoharjo.
Menurut AKBP Anggaito, Pelayanan Prima ini sangat perlu sebagai upaya Polres Sukoharjo untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggota dalam pelayanan prima, selain itu Polres Sukoharjo yang sedang dalam upaya meraih Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan integritas dalam proses pelayanan kepada masyarakat. Setiap generasi memiliki karakteristik yang berbeda, tentunya mempunyai cara fikir yg berbeda yang dipengaruhi oleh pengalaman dan perkembangan teknologi yang mereka alami yang dalam pelatihan ini bisa disatukan dengan satu tujuan peningkatan pelayanan pada masyarakat,” ujar AKBP Anggaito.

Selaku Kapolres Sukoharjo dia berharap pelatihan ini tidak hanya sekali tapi akan ada pengembangan pengembangan dimana pelatihan semacam ini diperlukan untuk terus memperbaiki institusi kami. Dan manfaat dari pelatihan ini dapat dirasakan masyarakat luas khususnya di Kabupaten Sukoharjo

Para peserta dibekali pengetahuan tentang prinsip pelayanan humanis, pelayanan prima, strategi dan tips dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih empatik dan lebih humanis. Dengan demikian, Polri bisa lebih dekat dan dicintai masyarakat.

Ruslina mengatakan, Polri adalah Face of Nation & Anggota dalam dalam Pelayanan adalah Face of Polri, meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan publik menuntut transformasi nyata dalam cara instansi pemerintahan dan lembaga publik berinteraksi dengan masyarakat. Karena itu, pelatihan service excellence atau pelayanan prima menjadi fondasi penting dalam memperkuat kapabilitas petugas layanan.

Forum tersebut menyoroti pentingnya keberadaan anggota dalam satuan fungsi pelayanan yang berhubungan langsung dengan masyarakat agar lebih humanis. Setiap anggota Polri yang melayani masyarakat dengan senyum, sapa, dan salam menjadi wajah Polri yang nyata di lapangan. Dalam realitasnya, pelayanan proaktif dilakukan tanpa menunggu, ditunjukkan lewat kemudahan, keramahan, serta respons terhadap kebutuhan masyarakat.

“Pelatihan ini juga menekankan pembangunan Zona Integritas menuju predikat WBK/WBBM, dengan fokus pada manajemen perubahan, sistem SDM, akuntabilitas, dan transparansi layanan publik. Sehingga upaya, strategi dan tips dalam pilar indikator yg dibutuhkan juga dikupas dalam pelatihan ini,” kata Lina yang juga Penyuluh Anti korupsi tersertifikasi LSP KPK RI itu.

Lina juga membekali personel dengan keterpaduan antara keterampilan, sikap, penampilan, perhatian, tindakan, serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan prima. Pelayanan prima menurutnya harus dilakukan dengan profesional, cepat, tepat dan memuaskan. Selain itu mengedepankan hak dan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya menyelesaikan masalah tetapi memberi rasa nyaman dan dihargai.

Adapun pelayanan humanis yakni melayani dengan hati, bukan sekadar menjalankan tugas. Polisi harus menempatkan nilai kemanusiaan dalam pelayanan, menjadi pendengar yang baik, responsif, dan sopan serta menghindari pendekatan yang kaku dan arogan.

Dalam kesempatan itu, para peserta juga mengikuti pre-test, post-test dan praktik beberapa studi kasus. Selain itu diisi dengan sharing session pengalaman di lapangan dan tanya jawab agar kegiatan itu benar-benar mendapatkan output yang nyata.

“Forum ini diharapkan dapat memberikan kompetensi mental dan soft skills para personil, adaptasi modern, standar pelayanan yang kokoh, kecepatan tanggap, transparansi dan akuntabilitas,” lanjutnya.
Lina menambahkan peningkatan kepercayaan publik melalui layanan yang konsisten dan humanis. Serta sebagai wujud Konsistensi institusional dalam meraih predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan pelayanan prima, indikator kinerja nyata di bidang reformasi birokrasi.

“Melalui pelatihan ini, saya berharap para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teori, tetapi juga dapat mengasah keterampilan praktis, meningkatkan rasa percaya diri, dan siap menghadapi berbagai situasi dengan profesional dan humanis sehingga mendapatkan Trust atau kepercayaan masyarakat. Pelatihan ini merupakan langkah nyata membangun budaya pelayanan yang tulus, cepat, dan humanis. Serta untuk membumikan integritas dan membuktikan bahwa Polri khususnya Polres Sukoharjo mampu menjadi institusi yang dipercaya oleh masyarakat. Dengan memperkuat kompetensi, empati, dan akuntabilitas, semoga pelayanan Polri khususnya Polres Sukoharjo semakin prima dan menjadi fondasi menuju Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi atau WBK,” jelasnya. (Ruslina Dwi Wahyuni)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *