KPM STAIMAS Wonogiri Salurkan Santunan untuk Duafa dan Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial di Kedungbanteng
WONOGIRI – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAIMAS Wonogiri Kelompok 02 Desa Sendangijo menunjukkan komitmennya dalam membangun kepedulian sosial melalui kegiatan Bakti Sosial dan Doa Bersama bagi kaum duafa dan anak yatim. Kegiatan yang menjadi program unggulan kelompok tersebut digelar di Masjid Nurul Huda, Dusun Kedungbanteng, Jumat (17/7/2026), dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian, gotong royong, dan kebersamaan. Sebanyak 25 warga duafa dan 10 anak yatim dari Dusun Kedungrejo dan Dusun Kedungbanteng menerima paket sembako serta santunan yang disalurkan dalam kegiatan tersebut.
Pelaksanaan bakti sosial mendapat dukungan penuh dari LAZISMU dan Yayasan Pendidikan Islam Terpadu Al-Huda, yang berkolaborasi bersama mahasiswa KPM untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Acara dihadiri oleh Kepala Dusun Kedungbanteng, Sukur, tokoh masyarakat, pengurus PKK, serta Ustadz Fajri sebagai tokoh agama setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah dusun, lembaga sosial, dan masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap sesama.
Dalam sambutannya, Sukur menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KPM yang dinilai mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KPM beserta para sponsor yang telah peduli kepada warga kami. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan dan semakin mempererat tali silaturahmi di lingkungan dusun," ujarnya.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Fajri. Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti rangkaian acara, sementara para penerima manfaat tampak antusias mengikuti kegiatan hingga penyerahan santunan secara simbolis.
Penanggung jawab kegiatan, Tamim mengemukakan, bagi mahasiswa KPM STAIMAS Wonogiri, bakti sosial tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi merupakan implementasi nyata nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menumbuhkan semangat berbagi sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Kegiatan Bakti Sosial dan Doa Bersama di Masjid Nurul Huda diharapkan tidak hanya meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menginspirasi lahirnya gerakan sosial yang berkelanjutan. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, lembaga filantropi, dan masyarakat menjadi bukti bahwa kepedulian bersama mampu menghadirkan manfaat nyata bagi sesama. (Melysa Linda Sary)