Beranda / STAIMAS Wonogiri Sambut Mahasiswa Internasional UMS, Perkuat Kolaborasi Pengabdian Masyarakat di Desa Pokoh Kidul

STAIMAS Wonogiri Sambut Mahasiswa Internasional UMS, Perkuat Kolaborasi Pengabdian Masyarakat di Desa Pokoh Kidul

Berita STAIMAS

STAIMAS Wonogiri Sambut Mahasiswa Internasional UMS, Perkuat Kolaborasi Pengabdian Masyarakat di Desa Pokoh Kidul
Pengabdian
Tuesday, 28 July 2026
Redaksi PAI

STAIMAS Wonogiri Sambut Mahasiswa Internasional UMS, Perkuat Kolaborasi Pengabdian Masyarakat di Desa Pokoh Kidul

WONOGIRI – Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri secara resmi menyambut lima mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang akan mengikuti International Community Service Program di Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri. Acara penyambutan digelar di kampus STAIMAS Wonogiri sebagai tanda dimulainya kolaborasi pengabdian masyarakat lintas negara.

Lima mahasiswa asing yang mengikuti program tersebut berasal dari Sudan, Yaman, Myanmar, Nigeria, dan Afrika Barat. Selama berada di Wonogiri, mereka berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAIMAS Wonogiri dalam berbagai kegiatan di Desa Pokoh Kidul seperti pengenalan budaya di SD dan sarasehan bersama karang taruna.

Program ini menjadi wadah pertukaran pengalaman, budaya, dan pengetahuan antara mahasiswa Indonesia dengan mahasiswa internasional. Kehadiran peserta dari berbagai negara diharapkan memberikan perspektif baru dalam pelaksanaan program pengabdian sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Wonogiri kepada dunia internasional.

Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama STAIMAS Wonogiri, Sugiyanto, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada UMS atas kepercayaan yang diberikan kepada STAIMAS Wonogiri sebagai mitra pelaksanaan kegiatan.

"Kerja sama seperti ini sangat positif. Kami berharap kolaborasi antara STAIMAS Wonogiri dan UMS dapat terus berlanjut, sehingga ke depan kehadiran mahasiswa internasional di Wonogiri melalui program pengabdian masyarakat dapat menjadi agenda rutin yang memberikan manfaat bagi semua pihak," ujar Sugiyanto.

Menurutnya, sinergi antarperguruan tinggi tidak hanya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk membangun jejaring internasional serta meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STAIMAS Wonogiri, Nadhiroh, S.Sos.I., M.I.Kom., berharap para mahasiswa internasional dapat berbaur dengan masyarakat dan bersama mahasiswa STAIMAS menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam kegiatan pemberdayaan di desa.

"Kami berharap mahasiswa asing yang berkolaborasi dalam Kuliah Pengabdian Masyarakat dapat berbaur dengan masyarakat, berbagi pengetahuan, sekaligus belajar dari budaya dan kehidupan masyarakat desa. Harapannya, kegiatan ini akan menambah pengalaman, memperluas jejaring internasional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun peserta program," ungkap Nadhiroh.

Melalui program International Community Service Program, STAIMAS Wonogiri kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional sekaligus menghadirkan pengabdian masyarakat yang kolaboratif, inovatif, dan berdampak. Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara di Desa Pokoh Kidul diharapkan menjadi sarana pembelajaran bersama dalam membangun desa berbasis potensi lokal serta mempererat persahabatan antarbangsa melalui kegiatan akademik dan sosial

Salah satu mahasiswa asing UMS, Mohamed Saidu Jalloh, menyampaikan terima kasih karena bisa bergabung bersama mahasiswa STAIMAS Wonogiri. Saidu bersyukur dan senang. Dia berharap kehadirannya bisa bermanfaat.