Workshop di STAIMAS Wonogiri, Dosen Harus Perhatikan 5 Hal Ini Saat Menyusun Roadmap Penelitian
WONOGIRI – Penelitian dosen tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah semata. Lebih dari itu, hasil riset harus mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat, menjadi dasar pengabdian, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan bangsa. Pesan tersebut mengemuka dalam Workshop Renstra dan Roadmap Dosen yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STAIMAS Wonogiri, Kamis (27/7/2026), di Aula Staimas Wonogiri..
Workshop yang menghadirkan Prof. Dr. Muh. Nashirudin, M.A., M.Ag., Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, ini menjadi momentum penting bagi dosen untuk menyusun arah penelitian secara lebih terencana, berkelanjutan, dan berdampak. Dalam pemaparannya, Prof. Nashirudin menegaskan bahwa roadmap merupakan peta jalan yang mengarahkan penelitian agar berjalan sistematis, terukur, dan menghasilkan luaran yang bermanfaat serta mudah diaplikasikan.
Menurutnya, penyusunan roadmap bukan sekadar memenuhi administrasi akademik, tetapi menjadi strategi untuk meningkatkan produktivitas dosen sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi. Melalui roadmap, arah penelitian dapat dirancang secara berkelanjutan hingga menghasilkan publikasi bereputasi, kolaborasi riset, bahkan inovasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Dalam workshop tersebut, Prof. Nashirudin menyampaikan Roadmap penelitian adalah rencana terperinci dalam melakukan Langkah langkah dalam penelitian. Roadmap melingkupi semua kegiatan yang dilakukan peneliti, dibuat sebelum memulai penelitian atau saat mengusulkan penelitian tersebut. Hal ini dilakukan agar penelitian lebih terstruktur, terus berkembang, dan hasilnya bermanfaat serta mudah diaplikasikan mengingatkan bahwa terdapat lima aspek utama yang harus menjadi pijakan setiap dosen ketika menyusun roadmap penelitian.
"Penyusunan roadmap penelitian dosen harus memperhatikan bidang keahlian dosen khususnya pada waktu menyelesaikan program S3, prioritas Penelitian, trend Penelitian, kebutuhan penelitian dan ketersediaan peralatan yang dibutuhkan," kata Prof Nashirudin.
Waket I Bidang Akademik, Makhda Intan Sanusi, S.H., M.E., menuturkan seorang dosen itu berbeda dengan penulis biasa karena dosen itu seorang akademisi. Seorang akademisi harus memiliki arah perjalanan keilmuan.
"Kita tidak hanya mengajar tapi juga ada penelitian dan pengabdian. Kita tidak hanya mengajar tapi juga membangun ilmu melalui penelitian yang konsisten. Setiap dosen harus membangun kepakaran. Setiap dosen pasti memilih bidang kepakaran sampai menjadi guru besar. Membangun kepakaran itu secara bertahap melalui penelitian yang konsisten. Melalui penelitian itu lahirlah publikasi kemudia terbentuklah rekam jejak akademik. Roadmap itu suatu kompas perjalanan penelitian atau akademik yang akan dipakai dosen. Sehingga penelitian itu akan saling berkaitan atau menguatkan sehingga terbentuk kepakaran yang jelas," terang Intan.
Kepala LPPM STAIMAS Wonogiri, Nadhiroh, S.Sos.I., M.I.Kom., menegaskan bahwa workshop ini tidak hanya bertujuan agar setiap dosen memiliki dokumen roadmap penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap penelitian memiliki arah yang jelas, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami berharap dosen tidak hanya memiliki roadmap penelitian dan pengabdian. Yang lebih penting, hasil penelitian dan pengabdian tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Nadhiroh.
Ia menambahkan, LPPM STAIMAS Wonogiri terus mendorong dosen untuk mengembangkan penelitian yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam bentuk program pengabdian, inovasi, maupun rekomendasi kebijakan.
Melalui workshop ini, STAIMAS Wonogiri menegaskan komitmennya membangun budaya riset yang berkualitas, kolaboratif, dan berorientasi pada kebermanfaatan. Dengan roadmap yang tersusun secara sistematis, diharapkan setiap dosen memiliki arah penelitian yang berkesinambungan, mampu menghasilkan publikasi bereputasi, memperoleh hibah kompetitif, serta menghadirkan inovasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Nadhiroh)