Beranda / Workshop Pendampingan, STAIMAS Wonogiri Matangkan Akreditasi KPI

Workshop Pendampingan, STAIMAS Wonogiri Matangkan Akreditasi KPI

Berita STAIMAS

Workshop Pendampingan, STAIMAS Wonogiri Matangkan Akreditasi KPI
Akademik
Tuesday, 4 August 2026
Redaksi PAI

Workshop Pendampingan, STAIMAS Wonogiri Matangkan Akreditasi KPI

WONOGIRI – Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui Workshop Pendampingan Akreditasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. phil. Eka Nada Shofa Alkhajar, S.Sos., M.Si., sebagai narasumber utama yang membagikan strategi menuju akreditasi unggul berbasis budaya mutu.

Dalam paparannya, Dr. Eka menegaskan bahwa akreditasi unggul bukanlah pekerjaan yang dilakukan menjelang batas waktu pengajuan, melainkan hasil dari ekosistem penjaminan mutu yang dibangun dan dijalankan secara konsisten setiap hari. Menurutnya, paradigma akreditasi kini telah bergeser dari sekadar pemenuhan dokumen menuju pembuktian kinerja, luaran, dan dampak nyata bagi masyarakat.

"Dokumen akreditasi hanyalah wajah administratif. Yang paling penting adalah bagaimana tata kelola, pembelajaran, penelitian, pengabdian, kemahasiswaan, kerja sama, hingga sistem penjaminan mutu benar-benar hidup dalam keseharian program studi," jelasnya.

Ia juga menguraikan berbagai strategi penyusunan dokumen akreditasi yang efektif berbasis data, penguatan tata kelola program studi, optimalisasi pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, pembangunan budaya mutu melalui siklus PPEPP, hingga berbagai praktik terbaik (best practice) yang menjadi indikator penting dalam penilaian LAMSPAK. Peserta juga diajak memahami berbagai persyaratan menuju predikat Akreditasi Unggul, mulai dari kualitas lulusan, publikasi internasional dosen, tracer study, laboratorium, hingga pengelolaan data yang terintegrasi.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STAIMAS Wonogiri, Dr. Amir Mukminin, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya mutu secara berkelanjutan di lingkungan kampus.

"Bagi perguruan tinggi kami, mutu bukan sekadar potret angka di atas kertas, melainkan sebuah komitmen berkelanjutan (continuous quality improvement). Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam merupakan salah satu etalase penting institusi ini dalam melahirkan insan akademis yang berakhlak mulia, adaptif terhadap perkembangan teknologi media digital, namun tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman," ungkapnya.

Menurut Dr. Amir, proses akreditasi bukan hanya bertujuan memperoleh nilai terbaik, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta memastikan seluruh aktivitas tridharma terdokumentasi dan memberikan dampak nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat.

Sementara itu, Kepala Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAIMAS Wonogiri, H. Achmad Zaky Faiz, M.Sos menyampaikan bahwa workshop pendampingan ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan Program Studi KPI menghadapi proses akreditasi yang akan datang.

"Kegiatan ini menjadi ikhtiar kami untuk mempersiapkan seluruh aspek yang diperlukan dalam menghadapi akreditasi. Masukan dari narasumber memberikan perspektif yang komprehensif mengenai penyusunan dokumen, penguatan tata kelola, hingga strategi membangun budaya mutu yang berkesinambungan," ujarnya.

Melalui workshop tersebut, tim akreditasi, dosen, serta unsur pengelola program studi memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai penyusunan dokumen evaluasi diri, sinkronisasi data, penguatan indikator kinerja, serta langkah-langkah strategis menuju pemenuhan standar akreditasi terbaru.

Workshop ini menjadi bukti keseriusan STAIMAS Wonogiri dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul. Dengan memperkuat sinergi seluruh sivitas akademika dan membangun budaya mutu yang berkesinambungan, STAIMAS optimistis Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam mampu meraih hasil akreditasi terbaik sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional.