Beranda / KPM STAIMAS Wonogiri Bentengi Remaja Desa Waru dari Ancaman Pernikahan Dini dan Judi Online

KPM STAIMAS Wonogiri Bentengi Remaja Desa Waru dari Ancaman Pernikahan Dini dan Judi Online

Berita STAIMAS

KPM STAIMAS Wonogiri Bentengi Remaja Desa Waru dari Ancaman Pernikahan Dini dan Judi Online
Pengabdian
Monday, 3 August 2026
Redaksi PAI

KPM STAIMAS Wonogiri Bentengi Remaja Desa Waru dari Ancaman Pernikahan Dini dan Judi Online

WONOGIRI – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 07 STAIMAS Wonogiri yang berada di Desa Waru menggelar Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Bahaya Judi Online di TK Dharma Wanita Waru, Sabtu (1/8/2026). Mengusung tema "Generasi Cerdas, Generasi Bebas: Wujudkan Remaja Sehat Tanpa Nikah Dini dan Judi Online", kegiatan ini diikuti oleh puluhan remaja perwakilan dari empat dusun di Desa Waru sebagai upaya memperkuat ketahanan generasi muda menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber dari STAIMAS Wonogiri, yakni Novan Wahyu Primadi, S.H., M.H., dosen sekaligus anggota Satuan Tugas Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), serta Dr. Ruslina Dwi Wahyuni, S.Sos., M.AP., Kepala Program Studi Hukum Tata Negara STAIMAS Wonogiri yang juga merupakan Mediator Non Hakim di Pengadilan Agama Wonogiri.

Dalam pemaparannya, Novan menegaskan bahwa pernikahan dini bukan hanya persoalan usia, tetapi berkaitan erat dengan kesiapan fisik, mental, pendidikan, dan ekonomi seseorang dalam membangun keluarga yang sehat dan harmonis. Ia menjelaskan bahwa keputusan menikah tanpa persiapan yang matang berpotensi memicu berbagai persoalan, mulai dari putus sekolah, meningkatnya risiko kesehatan ibu dan anak, ketidaksiapan psikologis, hingga persoalan ekonomi dan konflik dalam rumah tangga.

"Pernikahan dini bukan sekadar persoalan usia, tetapi menyangkut kesiapan hidup. Ketika kesehatan, pendidikan, kondisi psikologis, ekonomi, dan kehidupan sosial belum matang, pernikahan justru berpotensi menjadi awal dari berbagai persoalan yang menghambat masa depan generasi muda," tegas Novan.

Ia juga mengajak para remaja untuk menjadikan pendidikan, pengembangan keterampilan, dan pembentukan karakter sebagai prioritas sebelum mengambil keputusan besar dalam kehidupan.

Sementara itu, pada sesi kedua, Dr. Lina mengingatkan bahaya judi online yang kini semakin mudah diakses dan mulai menyasar kalangan remaja. Menurutnya, perjudian digital tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga dapat merusak kesehatan mental, hubungan sosial, serta mengancam ketahanan ekonomi keluarga.

Ruslina menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan literasi digital dan penguatan nilai-nilai moral agar generasi muda tidak mudah terjerumus pada aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan.

"Judi online bukan sekadar persoalan individu, melainkan ancaman multidimensi yang merusak ketahanan ekonomi keluarga, kesehatan mental, dan keharmonisan sosial. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran, literasi digital, serta penguatan nilai-nilai moral dalam masyarakat," jelasnya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai tantangan pergaulan remaja, pengaruh media sosial, hingga langkah-langkah konkret untuk menghindari pernikahan dini dan praktik judi online. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu-isu yang akan menentukan masa depan mereka.

Melalui program edukasi ini, mahasiswa KPM 07 STAIMAS Wonogiri, Sandi Dwi Yulianto berharap para remaja Desa Waru memiliki bekal pengetahuan, kesadaran, dan keberanian untuk mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi dalam mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat, berkarakter, cerdas, serta tangguh menghadapi tantangan sosial dan perkembangan teknologi.

"Sinergi antara mahasiswa, akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menjadi benteng dalam mencegah meningkatnya kasus pernikahan dini maupun judi online, sekaligus melahirkan generasi penerus yang siap membangun masa depan Desa Waru dan bangsa Indonesia," imbuh Sandi.