Beranda / STAIMAS Wonogiri dan Fatoni University Thailand Gelar FGD, Mahasiswa Bertukar Perspektif Hukum Tata Negara

STAIMAS Wonogiri dan Fatoni University Thailand Gelar FGD, Mahasiswa Bertukar Perspektif Hukum Tata Negara

Berita STAIMAS

STAIMAS Wonogiri dan Fatoni University Thailand Gelar FGD, Mahasiswa Bertukar Perspektif Hukum Tata Negara
Akademik
Tuesday, 3 November 2026
Redaksi STAIMAS
7 Kali Dilihat

STAIMAS Wonogiri dan Fatoni University Thailand Gelar FGD, Mahasiswa Bertukar Perspektif Hukum Tata Negara

Wonogiri – Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah Syariah) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri bersama Fatoni University, Thailand, menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Hukum Tata Negara dan Siyasah Syariah: Pertukaran Perspektif Mahasiswa Indonesia dan Thailand” pada Selasa, (27/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di kampus Staimas Wonogiri diikuti dosen dan mahasiswa Hukum Tata Negara dari kedua perguruan tinggi.

Dalam sambutannya Asst. Prof. Muhammadaree Waeno, S.E., M.Si sekaligus dosen Universitas Fatony Thailand menyampaikan terima kasih atas kesempatan hadir dalam forum yang mempertemukan akademisi dan mahasiswa dua negara. Menurutnya, FGD ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan persepsi tentang ketatanegaraan dan siyasah syariah, sekaligus mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Thailand.

Sementara itu, Kaprodi Hukum Tata Negara Staimas Wonogiri, Dr. Ruslina Dwi Wahyuni, M.A.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa beliau menyambut baik kerja sama ini dan berharap mahasiswa dapat memperluas wawasan melalui pertukaran pandangan lintas negara terutama antara Indonesia dan Thailand

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengantar tujuan FGD, dilanjutkan paparan pengantar dari perwakilan mahasiswa Indonesia dan Thailand. Peserta kemudian dibagi ke dalam kelompok campuran yang terdiri atas mahasiswa kedua negara dari semester I, III, V, dan VII untuk membahas sejumlah tema, yaitu pembatasan kekuasaan dalam konstitusi, akomodasi syariat dalam hukum nasional, perlindungan hak mayoritas dan minoritas, peran peradilan konstitusi dan peradilan agama dalam menjaga keadilan, serta peran mahasiswa hukum dalam menjaga konstitusi di negaranya.

Diskusi berjalan hidup dengan beragam pertanyaan dan tanggapan dari sudut pandang masing-masing negara. Kerangka siyasah syariah, meliputi siyasah dusturiyah (hukum tata negara), siyasah dauliyah (hukum internasional), dan siyasah maliyah (hukum keuangan negara), menjadi pijakan bersama dalam membandingkan praktik ketatanegaraan Indonesia dan Thailand. Perbedaan perspektif tersebut justru menambah kekayaan keilmuan para peserta.

Setiap kelompok kemudian memaparkan hasil diskusinya, yang dirumuskan menjadi kesimpulan dan rekomendasi bersama sebelum kegiatan ditutup. Melalui FGD ini, Staimas Wonogiri dan Fatoni University berharap kolaborasi akademik internasional dapat terus berlanjut dan memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai calon ahli hukum tata negara yang berwawasan global.